Skip to content

MENGUBAH STATUS PERUSAHAAN DARI PERUSAHAAN TERTUTUP MENJADI PERUSAHAAN TERBUKA

Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) serta peraturan pelaksanaannya. Pada Perseroan Terbatas, modal merupakan unsur utama dalam menjalankan dan menentukan keberhasilan perseroan dalam mencapai tujuannya. Perseroan terbatas didirikan untuk mencapai tujuan utama, yakni mendapatkan keuntungan. Modal merupakan unsur penting yang dapat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mencapai keuntungan, karena semakin besar modal yang ditanamkan dalam perseroan maka semakin besar keuntungan yang bisa didapatkan.

Ada dua jenis Perseroan Terbatas berdasarkan cara perolehan modalnya, yaitu Perseroan Terbatas Tertutup dan Perseroan Terbatas Terbuka. Perseroan Terbatas Tertutup mendapatkan modal dari pinjaman bank atau kepemilikan saham oleh orang-orang yang memiliki hubungan erat dengan pendiri perusahaan, sedangkan Perseroan Terbatas Terbuka mendapatkan modal dari hasil penjualan saham di pasar modal. Perseroan Terbatas Terbuka lahir dari Perseroan Terbatas Tertutup yang memiliki kendala dalam penambahan modal sehingga memutuskan untuk menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal. Sebuah Perseroan Terbatas Tertutup yang ingin menjual sahamnya di pasar modal harus terlebih dahulu melewati proses Penawaran Umum Perdana (Go Public) atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO).

 

Apa Itu Penawaran Umum Perdana (Go Public) atau Initial Public Offering (IPO)?

Penawaran Umum Perdana (Go Public) adalah kegiatan dimana Perseroan Terbatas menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat di pasar modal untuk pertama kali. Ketentuan mengenai Penawaran Umum Perdana (Go Public) telah diatur dalam Peraturan Bursa dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.

Manfaat Penawaran Umum Perdana (Go Public)

Penawaran Umum Perdana (Go Public) memiliki berbagai keuntungan bagi perusahaan, yaitu:

  • Sebagai sumber dana baru untuk pertumbuhan perusahaan
  • Meningkatkan kinerja perusahaan
  • Menciptakan perusahaan yang mandiri
  • Keringanan pajak
  • Perluasan usaha perusahaan dan untuk kepentingan kelanjutan finansial perusahaan
  • Mempercepat penerapan Good Corporate Governance
  • Menciptakan perusahaan yang berdaya saing dan berorientasi global
  • Meningkatkan corporate image
  • Meningkatkan company value
  • Menimbulkan rasa kepemilikan para pemangku kepentingan perusahaan
  • Meningkatkan profesionalisme manajemen dan karyawan
  • Meningkatkan loyalitas karyawan Employee Stock Allocation (ESA), Employee Stock Option (ESOP), Management Stock Option (MSOP)

Syarat Penawaran Umum Perdana (Go Public)

              Perlu diperhatikan bahwa tidak semua badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas bisa melakukan Penawaran Umum Perdana (Go Public). Perusahaan yang ingin melakukan penawaran Penawaran Umum Perdana (Go Public) harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Merupakan Badan Hukum berbentuk Perseroan Terbatas yang memiliki
  2. Komisaris independen minimal 30% dari jajaran dewan komisaris
  3. Direktur independen minimal 1 orang dari jajaran anggota direksi
  4. Komite audit
  5. Unit audit internal
  6. Sekretaris perusahaan
  7. Beroperasi pada bidang yang sama selama lebih dari atau sama dengan 12 bulan
  8. Berdasarkan proyeksi keuangan pada akhir tahun ke-2 telah memperoleh laba, khusus sektor tertentu syarat perolehan laba pada akhir tahun ke-6
  9. Laporan keuangan auditan lebih dari atau sama dengan 12 bulan
  10. Opini laporan keuangan berstatus Wajar Tanpa Pengecualian
  11. Aset berwujud bersih senilai lebih dari sama dengan lima miliar rupiah
  12. Jumlah saham yang dimiliki bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama minimal 150 juta saham dan sebesar:
  13. 20% dari total saham, untuk ekuitas <500 miliar rupiah
  14. 15% dari total saham, untuk ekuitas 500 miliar rupiah – 2 triliun rupiah
  15. 10% dari total saham, untuk ekuitas lebih dari 2 triliun rupiah.
  16. Jumlah pemegang saham lebih dari sama dengan 500 pihak.

Konsekuensi Penawaran Umum Perdana (Go Public)

Perusahaan yang berhasil melakukan penawaran umum perdana (go public) akan berubah status Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka. Perubahan status menjadi Perseroan Terbatas Terbuka memiliki konsekuensi, yaitu:

  1. Perusahaan harus siap dengan keterbukaan informasi

Pada saat saham perusahaan dibeli oleh masyarakat umum melalui bursa, pada saat itu pula perusahaan telah menjadikan dirinya menjadi milik publik. Direksi dan perusahaan tidak hanya bertanggung jawab kepada pemegang saham mayoritas yang memegang saham dalam jumlah besar, tetapi juga kepada pemegang saham minoritasnya yang tersebar di bursa.

  1. Perusahaan harus menaati Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaan lainnya.

Segala aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka harus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal peraturan pelaksanaan lainnya di bidang pasar modal.

Proses Penawaran Umum Perdana (Go Public

Jika disusun berdasarkan urutan tanggal, mana yang harus dilakukan terlebih dahulu dan apa yang harus dilakukan kemudian, proses Penawaran Umum Perdana (Go Public)  akan menjadi seperti ini:

  1. Persiapan Internal
  2. Persiapan penyusunan laporan keuangan
  3. Pembentukan tim go public
  4. Penunjukkan penasihat keuangan
  5. Penerimaan penawaran
  6. Seleksi penawaran
  7. Penetapan calon penasihat keuangan
  8. Persetujuan direksi atas penunjukan penasihat keuangan
  9. Restrukturisasi permodalan
  10. Rapat pembahasan dengan agenda kapitalisasi saldo laba ditahan dan tambahan pendanaan pre-Penawaran Umum Perdana (Go Public)
  11. Persetujuan direksi atas rencana restrukturisasi permodalan
  12. Persetujuan prinsip perusahaan sehubungan dengan restrukturisasi modal
  13. Penunjukkan Lembaga atau profesi penunjang melalui lelang
  14. Penyusunan kerangka acuan kerja profesi penunjang
  15. Persetujuan direksi atas kerangka acuan kerja profesi penunjang
  16. Mengundang para profesi penunjang
  17. Pengambilan kerangka acara kerja dan pemberian penjelasan sebelum tender (aanwijzing)
  18. Tanggal pengembalian dokumen pra-kualifikasi
  19. Proses seleksi lembaga atau profesi penunjang oleh tim Penawaran Umum Perdana (Go Public) dan penasihat keuangan
  20. Penetapan calon terpilih Lembaga penunjang oleh Penawaran Umum Perdana (Go Public) dan penasihat keuangan
  21. Persetujuan direksi atas penunjukkan Lembaga penunjang
  22. Pengangkatan pengurus perusahaan terbuka
  23. Penetapan calon terpilih oleh pemegang saham dengan rekomendasi dari dewan komisaris
  24. Persetujuan calon terpilih
  25. Penandatanganan kontrak manajemen
  26. Direksi mengajukan calon untuk ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham
  27. Penyampaian laporan pengangkatan oleh direksi kepada Menteri (jika diperlukan)
  28. Persiapan akuisisi target aset untuk proses Penawaran Umum Perdana (Go Public)
  29. Penerimaan data-data terkait calon aset untuk diakuisisi dalam Penawaran Umum Perdana (Go Public)
  30. Proses seleksi internal atas calon target akuisisi, termasuk negosiasi dengan pemilik aset
  31. Penetapan target aset untuk diakuisisi oleh tim Penawaran Umum Perdana (Go Public) dan penasihat keuangan
  32. Persetujuan direksi sehubungan dengan target aset yang diajukan tim Penawaran Umum Perdana (Go Public) dan penasihat keuangan
  33. Rapat Umum Pemegang Saham, dengan agenda
  34. Persetujuan Penawaran Umum Perdana (Go Public)
  35. Persetujuan pengangkatan komisaris independen dan direktur tidak terafiliasi
  36. Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait penambahan setoran modal dari kapitalisasi saham dan tambahan modal baru, serta penerimaan pemberitahuan perubahan susunan pengurus.
  37. Persiapan penawaran umum perdana (go public)
  38. Aspek keterbukaan
  39. Aspek keuangan
  40. Aspek hukum
  41. Aspek penilai
  42. Persiapan registrasi ke Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia
  43. Proses registrasi ke Bursa Efek Indonesia
  44. Proses registrasi ke Kustodian Sentral Efek Indonesia
  45. Proses registrasi ke Otoritas Jasa Keuangan
  46. Proses Due Dilligence dan Public Expose
  47. Proses penawaran umum dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia

Jika ingin berkonsultasi dan membutuhkan bantuan untuk Penawaran Umum Perdana (Go Public) perusahaan anda, segera hubungi kami melalui:

 

info@bizlaw.co.id

0812-9921-5128

South Quarter, Tower A Lantai 18, Jl. RA. Kartini Kav 8, Cilandak, Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia.

 

Leave a Comment





WhatsApp chat