Skip to content

Bijak dalam menentukan badan usaha serta keuntungan bila mendirikan CV

 

Gambaran mengenai badan usaha CV di era sekarang

Seperti yang kita tahu bahwa kabar mengenai pendirian badan usaha terus berhembus, kabar berhembus mulai dari kesadaran yang terus meningkat untuk membuat badan usaha bagi sebuah bisnis. Di Indonesia sendiri, kalangan millenial yang ingin menjadi entrepreneur sebanyak 55,4% berdasar survei yang dilakukan pada 1.400 responden di 12 kota tertentu (IDNTIMES). 

Dilihat dari lingkup yang lebih luas tidak hanya Perseroan Terbatas (PT), bentuk badan usaha yang populer dan paling banyak diminati oleh pengusaha dan startup di Indonesia adalah Persekutuan Komantider yang dalam bahasa Belanda disebut sebagai Commanditaire Vennotschap atau bisa disebut dengan CV. CV termasuk badan usaha bukan berbadan hukum seperti PT, walaupun demikian keberadaan badan usaha ini tidak mengurangi hak dan kewajibannya sebagai perusahaan yang diakui pemerintah dan kalangan dunia usaha khususnya. Hal inilah yang menarik perhatian bagi publik untuk memilih mendirikan CV sebagai salah satu pilihan utama dalam membawa bisnis nya ke legalitas hukum yang lebih jelas untuk kelancaran bisnisnya.

Pengertian CV berdasarkan Pasal 19 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) yaitu “Perseroan yang terbentuk dengan cara meminjamkan uang atau disebut juga perseroan komanditer, didirikan antara seseorang atau antara beberapa orang persero yang bertanggung jawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya, dan satu orang atau lebih sebagai pemberi pinjaman uang.”

Di dalam suatu CV, didirikan minimal oleh 2 (dua) orang, dimana salah satunya akan bertindak selaku Persero Aktif (komplementer) yang menjabat sebagai Direktur. Sedangkan pendiri yang tidak ingin aktif terlibat dalam kegiatan bisnis day-to-day, akan bertindak selaku Persero Pasif (komanditer). Lalu untuk modal dalam CV, modal perusahaan tidak disebutkan didalam akta pendirian atau perubahannya. Terkait hal itu maka para pendiri harus membuat kesepakatan tersendiri dan membuat catatan yang terpisah mengenai modal yang disetor, atau yang biasa disebut sebagai Anggaran Rumah Tangga (ART).

Ikuti sistem OSS: CV tak lagi didaftarkan di Pengadilan Negeri

Aturan yang selama ini mewajibkan akta pendirian CV dan firma yang dikerjakan notaris harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri sesuai pasal 23 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Pasal tersebut mengatakan bahwa “para persero firma diwajibkan untuk mendaftarkan akta itu dalam register yang disecliakan untuk itu pada kepaniteraan raad van justitie (pengadilan negeri) daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu.

Dalam menanggapi aturan lama tersebut, Pemerintah memiliki keinginan untuk memperbaharui sekaligus mempermudah sistem administrasi perizinan usaha yang nampaknya kian menggebu. Setelah meluncurkan sistem OSS, pemerintah melalui kementerian terkait (Kementerian Hukum dan HAM) kemudian menerbitkan beberapa aturan untuk mengikuti semangat yang menggebu tersebut. 

Pemerintah telah merevolusi aturan yang selama ini mewajibkan didaftarkan ke Pengadilan Negeri dan mengeluarkan Pemenkumham Nomor 17 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Persekutuan Komanditer, Persekutuan Firma, dan Persekutuan Perdata. Isi dalam Permenkumham Nomor 17 tahun 2018 ini cukup singkat karena hanya terdiri dari 24 pasal. Di sana, terdapat aturan teknis untuk mendaftarkan badan usaha yang jika ditelaah lebih dalam prosesnya hampir mirip dengan proses pembentukan dan pendaftaran badan hukum berbentuk PT. 

sumber: oss.go.id

Permenkumham juga diikuti dengan peraturan lainnya yang mengikat, tentunya dengan mengacu pada PP Nomor 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik. Patut diingat PP tersebut yang menjadi landasan berlakunya sistem OSS.

<p><b>Baca juga :</b><a href=”https://bizlaw.co.id/pendirian-pt-terbaru-di-2020-berikut-syarat-dan-prosedurnya/” target=”_blank” rel=”noopener noreferrer”>Pendirian PT Terbaru di 2020 berikut Syarat dan Prosedurnya</a></p>

Usulan dan keuntungan dalam mendirikan CV 

Setelah mengamati lebih dalam mengenai mendirian badan usaha berbentuk CV, berikut beberapa keuntungan yang didapat serta mengapa CV menjadi alternatif mendirikan badan usaha yang popular di Indonesia. Diantaranya :

  1. Prosedur mendirikan CV dianggap lebih mudah, murah dan cepat dibandingkan dengan PT. Syarat dan ketentuan mendirikan CV tidak sulit dan dapat didirikan oleh seorang aktif (komplementer) sebagai penanggungjawab dan pihak lain sebagai sekutu pasif (komanditer). Manajemen CV dinilai lebih mudah, karena CV dikelola oleh penangungjawab tunggal.
  2. Jika mendirikan CV, tidak ada ketentuan besaran modal / tidak harus meminiliki modal minimal tetapi bisa tetap berdiri dan juga beroperasi. Modal dalam CV dinilai bebas dapat berupa aset bergerak ataupun tidak, uang ataupun barang sebagai dinyatakan sebagai aset modal, karena dalam akta  CV tidak ada ketentuan mengeni nilai modal.
  3. Nama CV tidak memerlukan pengecekan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), hal tersebut dikarenakan nama CV bersifat fleksibel tidak ada aturan khusus bahkan bisa terdiri dari satu kata. Nama perusahaan merupakan hal yang penting karena menunjukan identitas dalam melakukan aktivitas bisnis. Jika sering kali didapati dalam pembuatan PT nama yang dipilih harus digani karena telah terpakai oleh perusahaan lain, lain hal nya dengan mendirikan CV peraturan ini tidak berlaku.
  4. Jika terdapat perubahan modal CV maka hal tersebut cukup membuat kesepakatan antara sekutu aktif (komplementer)  dan pasif (komanditer) tidak perlu melakukan rapat khusus seperti PT harus melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan perubahan Akta.

 

Memilih mendirikan CV dapat menjadi alternatif terutama untuk pebisnis pemula yang tidak ingin kesulitan dalam mengurus perizinan bisnis

Setiap bentuk perusahaan memiliki keuntungan masing-masing, kembali lagi pada akhirnya pengusaha harus memilih sesuai dengan kebutuhan serta bijak dalam menentukan badan usaha untuk sebuah bisnis.

<p>Informasi lebih lanjut mengenai pendirian PT dan Jasa lainnya dapat menghubungi:
<ul>
<li><a href=”mailto:info@bizlaw.co.id” target=”_blank”>info@bizlaw.co.id</a></li>
<li><a href=”tel:081299215128″>0812-9921-5128</a></li>
</ul>

Leave a Comment





WhatsApp chat